Rabu, 12 November 2014

Sudut Pandang Seorang Awam

Negara kita sangat amat majemuk. Ada banyak suku, ras, bahasa, budaya bahkan agama. Semua itu dipersatukan dibawah payung nasional bernama NKRI. Kata dasarnya saja "Negara Kesatuan" mengisyaratkan bahwa begitu banyak perbedaan di bawah payung tersebut. Perbedaan tersebut begitu banyak... Baik secara fisik maupun non fisik.

Secara awam, sy sebagai rakyat jelata sangat merasakan perbedaan tersebut. Tidak usah jauh-jauh, sy ambil contoh dalam keluarga kecil sy. Sy suka musik beraliran rock alternatif, sedangkan suami menyukai musik yg lebih keras yaitu pure rock. Padahal begitu kecil perbedaan itu, namun tak pelak kadang hal itu pun bisa menyebabkan bersitegang di antara kami.. Itu baru hal yang paling kecil, belum yang lain..

Mengenai topik yang sedang hangat dibicarakan akhir2 ini. Kasus Plt. Gub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ahok) yg sedang berseteru dengan ormas islam Front Pembela Islam (FPI). Didahului dengan naiknya Gub DKI Jakarta Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menuju ke kursi istana, menyebabkan kursi pimpinan utama ibukota negara kita tercinta tsb kosong. Sebagai wagub, secara konstitusi Ahok lah yang berhak menggantikannya. Namun rupanya saudara2 seiman kita yang tergabung dalam FPI tidak sependapat. Ketidaksetujuan mereka beralasan. Sebagai muslim, haram hukumnya bila dipimpin oleh kafir/ tidak seiman/ beragama lain menurut Al-Qur'an. Ya, sy sebagai saudara seiman sangat memaklumi dan memahami hal tersebut. Terlepas dari berbagai issue negatif yang di propagandakan media mengenai FPI, sy yakin sekali saudara2 seiman kami tersebut memiliki niat yg sangat mulia. Sebagai muslim yang baik, sudah seharusnya kita mengacu pada Al-Qur'an dan Al Hadist sebagai tuntunan hidup kita. Maaf bukan bermaksud SARA, hanya ingin mengutarakan beberapa pertanyaan yg belum sy mengerti...

Kita semua tau bahwa tuntunan hidup seorang muslim adalah Al-Qur'an dan Al Hadist, namun kita semua juga tahu bahwa islam bukan satu-satunya agama di negara yang majemuk ini. Ada pula penganut agama lain, sesuai yang di syah kan oleh konstitusi. Kristen dan khatolik dengan Al Kitab nya, Budha dengan Wedha nya, serta agama2 lain yang tidak sy kuasai.

Berangkat dari kenyataan tsb, kemudian sy membayangkan. Apa yang akan terjadi apabila agama2 tsb semuanya mengepentingkan ego agama masing2. Misalnya saja dalam penentuan pemimpin ibukota negara kita. FPI yang muslim ngotot utk menjalankan syariat islam, kemudian misalnya saja etnis tionghoa (pak ahok, dkk) juga ngotot menjalankan syariat agama mereka, atau orang yang beragama budha ngotot bahwa yang layak mjd pemimpin adalah seorang budha, dan kemudian masyarakat hindu pun juga demikian.. Apa yang akan terjadi pada negara kita tercinta ini?? Akankah negara kita yang indah ini akan terpecah karena perbedaan? Bukankah semua perbedaan kita telah dipersatukan menurut konstitusi dalam satu payung yaitu NKRI? Bukannya tujuan di tetapkannya konstitusi adalah untuk menjembatani perbedaan yang ada? Mengapa dalam menetapkan pemimpin ibukota negara kita tidak berdasarkan pada konstitusi saja, bukankah itu opsi paling adil dalam menjembatani perbedaan yang terjadi?

Ahh.. sy tidak habis pikir mengapa masih saja ada oknum yang menyulut perpecahan di antara perbedaan ini.. Bukankah perbedaan itu adalah kekayaan kita sebagai bangsa yang majemuk. Memang benar perbedaan tsb tidak bisa dipersatukan, tapi bukan berarti tidak bisa berdampingan kan? Sudah ada peraturan yang mengatur mengenai perpindahan kekuasaan di negara kita, yaitu konstitusi. Sebagai warga negara yang baik, bukankah kita seharusnya menjalankan konstitusi sebaik2'nya. Kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya berbeda dengan kehidupan beragama.  Janganlah mencampur adukkan agama dengan politik, sebagai makluk beragama sepantasnya kita banyak2 mengoreksi diri kita sendiri dulu sebelum mengadili orang lain dalam versi kita (yang belum tentu benar). Sy jadi teringat kata2 dari salah satu tokoh favorit saya, Soe Hok Gie.... Beliau mengatakan:

 "Yang dibutuhkan negeri ini adalah kehidupan politik yang tidak berpihak pada suku, agama dan golongan tertentu..".

Yapp, sy setuju.. Karena keberpihakan hanya akan menimbulkan perpecahan. Negeri kita ini sangat indah, kaya akan sumber daya yang berbeda-beda. At least, no matter the destruction of our government... I love my nation, my nature, and I proud... ^^


Mt. Lawu (3.265 mdpl), Jawa Tengah, Indonesia

Sy pun tidak tahu apa solusi dari semua itu, yang jelas dari hal ini sy dapat mengambil hikmah bahwa sikap egois tidak akan mendatangkan kebaikan bagi siapa pun. Marilah kita saling menghargai dan menghormati, bukankah disayangi lebih nyaman daripada di takuti..?? If we want to do right thing, let's do this with right way.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar